Billy Taner & SONAR Rilis Album Perdana ‘SONAR Compilation Album Vol. 1’
![]() |
| BILLY TANER & SONAR | sumber gambar: instagram.com/sonar.only |
NEW RELEASE
ARTIS : BILLY TANER & SONAR
JUDUL : ALMOST US
Billy Taner & SONAR Rilis Album Perdana ‘SONAR Compilation Album Vol. 1’
SOUND FLOWN - Pasca pandemi Covid-19, dunia klub malam Indonesia mengalami perubahan signifikan. Hanya segelintir pelaku dengan sumber daya memadai yang mampu bertahan, sementara banyak lainnya menghilang. Kondisi ini turut mengubah lanskap skena musik elektronik, khususnya di kota-kota seperti Jakarta dan Bali. Jika sebelumnya penikmat musik memiliki banyak pilihan sesuai preferensi, kini pilihan tersebut menjadi semakin terbatas.
Di saat yang sama, ekspansi model waralaba turut mendorong penyeragaman konsep, baik dari sisi ruang maupun kurasi musik. Meski dapat dipahami dari perspektif bisnis, situasi ini membuat banyak klub independen harus beradaptasi dengan pola yang serupa. Akibatnya, muncul homogenisasi: klub berbeda, namun menghadirkan pengalaman musik yang semakin mirip.
Keresahan inilah yang menjadi landasan lahirnya SONAR, movement DJ dan produser yang digagas oleh Billy Taner, untuk menghadirkan alternatif di tengah skena yang semakin seragam. Aktif sejak 2024, kolektif yang berisi 12 DJ dan produser ini konsisten menghidupkan kembali esensi dance floor melalui berbagai event serta program bulanan “Make EDM Dance Again”.
Melanjutkan misinya, SONAR akan merilis album perdana bertajuk ‘SONAR Compilation Album Vol. 1’, yang menghadirkan 13 track lintas genre seperti Progressive House, Electro House, Big Room House, Bass House, hingga Trap. Selain menampilkan nama-nama seperti Dimaz Andrean, ROOKIE, dan Your Future Husband, album ini juga menjadi ruang debut bagi talenta-talenta baru.
Album dibuka lewat “Almost Us” dari Billy Taner dan ROOKIE, yang memadukan progressive house dengan sentuhan melodic dubstep. Lagu ini menjadi pengantar arah musikal album: EDM yang kembali enerjik, dengan perpaduan lirik melankolis dan beat yang tetap mengajak berdansa.
“Midnight Paradox” dari Dimaz Andrean menghadirkan kick yang solid dan hook hipnotik, membawa pendengar larut lebih dalam ke dance floor. Lagu ini merefleksikan perjalanan kariernya, sekaligus merayakan berbagai kontradiksi sebagai sumber energi dalam berkarya.
Trio Your Future Husband bersama Nicole Robertson tampil lewat “Obsessed”, sebuah karya progressive house yang menegaskan idealisme mereka melalui eksplorasi sound khas sejak awal perjalanan musik mereka. Lagu ini menjadi representasi identitas musikal yang personal dan orisinal.
Sementara itu, “Feel Nothin’” dari Y-Ji bersama Chop Guapo memadukan hip-hop, trap, dan house dalam kisah tentang keteguhan untuk bangkit dari keterpurukan. Lagu ini juga menjadi penanda transformasi Y-Ji sebagai produser yang kini tampil lebih menonjol dengan identitas musik elektroniknya sendiri.
Burnhaze dan Billy Taner menghadirkan “Higher”, sebuah anthem progressive house bernuansa festival yang memadukan drop eksplosif dengan elemen melodik yang lebih organik. Kolaborasi ini melampaui sekadar sound viral dan menjadi simbol pemersatu dalam ekosistem SONAR.
DJ asal Belanda, LENN, hadir lewat “Nothing to Lose”, membawa pengaruh Big Room, techno, dan progressive house yang membentuk identitas awalnya. Lagu ini menjadi pernyataan idealisme sekaligus pengingat terhadap akar musikalnya dalam dunia EDM.
Lagu ketujuh, “Void” dari XORA feat. Alya, lahir dari keresahan terhadap skena yang semakin seragam dan dipenuhi tren FOMO. XORA memilih kembali ke akar trap dan dubstep, menghadirkan dua karakter berbeda dalam satu lagu melalui drop bernuansa melankolis dan uplifting.
ROOKIE kembali hadir di trek kedelapan lewat “Thinking of Me”. Lagu ini memadukan shutter house, speed house, dan melancholic house dengan vokal repetitif yang easy listening, tanpa meninggalkan karakter EDM-festive khas SONAR yang relevan dengan pasar Indonesia.
VIEZ melakukan debut melalui “Tension”, menghadirkan big room bernuansa festival yang dirancang untuk memicu energi dan reaksi spontan di dance floor. Struktur lagu dibangun melalui kontras antara drop awal yang eksplosif dan drop kedua yang lebih dinamis serta bertahap.
Di nomor 10, Dylan Kenneth menghadirkan “Hold Me”, sebuah track bass house yang personal dan jujur sebagai refleksi identitasnya di luar arus mainstream serta tren FOMO. Terinspirasi era 2016 dengan sentuhan 8-bit nostalgik, lagu ini mengalami berbagai eksplorasi hingga menemukan bentuk autentiknya.
“Sacrifice” dari QuickBuck menjadi track ke-11 dalam album ini. Dikenal sebagai “musician’s musician” di lingkar produksi Barong Family, QuickBuck keluar dari zona speed house yang biasa digarapnya dan mengeksplorasi house sebagai bentuk tantangan musikal baru.
Menjelang akhir album, Echobee hadir lewat “Do My Thing”, sebuah trek melodic techno yang membawa nuansa lebih emosional, atmosferik, dan groove-driven. Lagu ini memperluas spektrum sonik album di tengah dominasi energi eksplosif yang hadir sejak awal.
Sebagai penutup, Alya—Alya Nurshabrina—membawakan “Summer Loving” bersama QuickBuck dan Y-Ji sebagai co-producer. Lagu bernuansa summer anthem ini menjadi bentuk penghormatan terhadap EDM yang mempertemukan mereka. Dibangun dari pre-chorus dan chorus yang kuat, lagu ini berkembang secara organik hingga menghasilkan kombinasi beat yang hipnotik dan mudah dinyanyikan bersama.
Dari seluruh rilisan di ‘SONAR Compilation Album Vol. 1’, terlihat satu benang merah: album ini merupakan refleksi kolektif atas keresahan, idealisme, dan evolusi para kreatornya. Dari eksplorasi identitas hingga eksperimen emosional lintas spektrum underground dan mainstream, setiap artis hadir dengan warna berbeda namun tetap berada dalam satu frekuensi.
Lebih dari sekadar album, proyek ini menjadi sebuah movement yang menawarkan alternatif di tengah homogenitas skena musik elektronik Indonesia. SONAR ingin membuka ruang bagi musik elektronik untuk kembali jujur, bereksperimen, dan hidup secara lebih organik.
‘SONAR Compilation Album Vol. 1’ akan tersedia di seluruh platform streaming mulai 2 Mei 2026. Bersamaan dengan perilisan album, SONAR juga akan menggelar album release party di Bengkel SCBD, yang menandai dimulainya rangkaian tur promosi hingga akhir Juni 2026. Informasi lengkap mengenai jadwal dan kota tujuan tur akan diumumkan dalam waktu dekat.

Belum ada Komentar untuk "Billy Taner & SONAR Rilis Album Perdana ‘SONAR Compilation Album Vol. 1’"
Posting Komentar