Perilisan “Menyesal Baca Berita” Warnai Musik Indonesia dengan Kritik Sosial Ringan
![]() |
| KATASWARA | sumber gambar: instagram.com/kataswara.official |
NEW RELEASE
ARTIS : KATASWARA
JUDUL : MENYESAL BACA BERITA
Perilisan “Menyesal Baca Berita” Warnai Musik Indonesia dengan Kritik Sosial Ringan
SOUND FLOWN - Di tengah dunia yang bising oleh kabar, Kataswara menyalakan sunyi baru lewat single “Menyesal Baca Berita.” Lagu ini bukan sekadar respon, melainkan keluhan lirih dari generasi yang terlalu banyak tahu. Dalam warna hitam dan putih, Kataswara menumpahkan rasa muak, getir, dan kosong yang lahir dari rutinitas membaca dunia yang tampak nyata, tapi perlahan kehilangan denyut manusianya. Tak ada amarah yang berteriak, hanya keputusasaan yang berjalan pelan, menatap layar yang semakin redup.
“Menyesal Baca Berita” adalah monumen kecil bagi kebingungan kolektif saat fakta menjadi hiburan, dan kesedihan menjadi tontonan. Ia seperti asap yang tak mau hilang: samar, pahit, tapi nyata di dada. Kataswara menulisnya bukan untuk menjawab, tapi untuk mengingatkan bahwa di balik segala yang kita tahu, ada bagian dari diri kita yang perlahan ikut mati.
Dengan aransemen alternative, lagu ini bergerak di antara diam dan ledakan, menghadirkan ruang bagi pendengar untuk merenung atau sekadar berhenti sejenak dari dunia yang terus berputar tanpa arah. “Menyesal Baca Berita” bukan tentang berita itu sendiri, melainkan tentang manusia yang perlahan lelah menjadi saksi.
Melalui bait-bait seperti “Buka mata, serasa tak ada kepala / Penguasa bersuara, tak lain hanya bercanda,” Kataswara mengajak pendengar menertawakan absurditas zaman di mana kata “sejahtera” terdengar indah, tapi tak jelas ditujukan untuk siapa. Karya ini lahir dari kejujuran dan kelelahan membaca berita kini terasa seperti menatap cermin retak yg tetap saja kita pandangi. Kami hanya ingin jujur membaca berita hari ini bisa membuat siapa pun kehilangan kepala.
“Menyesal Baca Berita” menjadi doa sumbang bagi mereka yang masih percaya bahwa kebenaran bisa disuarakan dengan cara yang puitis, sarkastik, dan jujur. Sebuah karya yang tidak menawarkan solusi, tapi memberi ruang untuk tertawa, menyesal, dan merenung bersama.
Tentang Kataswara
Kataswara adalah kolektif seni berbasis di Tasikmalaya yang bereksperimen di wilayah nada, kata, suara, dan teater. Karya-karyanya sering memadukan puisi, musik, dan performa tubuh dalam satu napas pertunjukan. Bagi Kataswara, kata bukan hanya bahasa melainkan perlawanan yang bernada.

Belum ada Komentar untuk "Perilisan “Menyesal Baca Berita” Warnai Musik Indonesia dengan Kritik Sosial Ringan"
Posting Komentar